Kepribadian, warisan & pendidikan adalah bagian dari keberhasilan,
tapi ada 1 hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu Kemampuan berpikir.
Kuasai seluruh hidupmu.
Berpikirlah lebih cepat, lebih tepat dan lebih mampu merasakan sesuatu dibanding orang-orang di sekitar.
Dalam analisa terakhir, keahlian mental lah yang memiliki peran penting dalam sebagian besar pekerjaan.

Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Konsep Dasar Informasi


Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat pentng di dalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjai luruh, kerdil dan akhirnya berkhir.
         Menurut Robert N. Anthony, John Dearden (1980:125-126) “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya”.
Sumber informasi adalah data. Data merupakan benuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan esatuan nyata. Kejadian adaah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi.
Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi hars akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
Akurat,  berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang tidak bias atau menyesatkan. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi.
Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka akan berakibat fatal bagi perusahaan.
Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda

Jumat, 04 Mei 2012

Sorting dalam Borland C++

Ok. Langsung saja copy listing di bawah ini dan lihat hasilnya :


#include "conio.h"
#include "stdio.h"

int main()
{

int i, j, iMin;
int n, Urut;
int Tmp, code;
int Arr[100];
do {


printf("=====================================\n");
printf("| Pilihan Program Sorting |\n");
printf("=====================================\n");
printf("| 1. Selection Sorting (Ascending) |\n");
printf("| 2. Selection Sorting (Descending) |\n");
printf("| 3. Bubble Sorting (Ascending) |\n");
printf("| 4. Bubble Sorting (Descending) |\n");
printf("| 5. Insertion Sorting (Ascending) |\n");
printf("| 6. Insertion Sorting (Descending) |\n");
printf("| 7. Keluar . . . |\n");
printf("=====================================\n\n");
printf("Masukan Pilihan Anda : ");
scanf("%d", &code);
switch (code) {

case 1 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
Urut = 1;
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 0; i < n - 1; i++) {
iMin = i;
for(j = Urut; j < n; j++) {
if(Arr[j] < Arr[iMin]) {
iMin = j;
if(Arr[i] != Arr[iMin]) {
Tmp = Arr[i];
if(Arr[i] > Arr[iMin]) {
Arr[i] = Arr[iMin];
Arr[iMin] = Tmp;
}
}
}
}
Urut = Urut + 1;
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}
getch();
break;


case 2 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
Urut = 1;
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 0; i < n - 1; i++) {
iMin = i;
for(j = Urut; j < n; j++) {
if(Arr[j] > Arr[iMin]) {
iMin = j;
if(Arr[i] != Arr[iMin]) {
Tmp = Arr[i];
if(Arr[i] < Arr[iMin]) {
Arr[i] = Arr[iMin];
Arr[iMin] = Tmp;
}
}
}
}
Urut = Urut + 1;
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}
getch();
break;

case 3 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 1; i < n; i++) {
for(j = 0; j < n - 1; j++) {
if(Arr[j] > Arr[j + 1]) {
Tmp = Arr[j];
Arr[j] = Arr[j + 1];
Arr[j + 1] = Tmp;
}
}
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}

getch();
break;

case 4 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 1; i < n; i++) {
for(j = 0; j < n - 1; j++) {
if(Arr[j] < Arr[j + 1]) {
Tmp = Arr[j];
Arr[j] = Arr[j + 1];
Arr[j + 1] = Tmp;
}
}
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}
getch();
break;

case 5 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 1; i < n; i++) {
Tmp = Arr[i];
j = i - 1;
while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) {
Arr[j + 1] = Arr[j];
j = j - 1;
}
if(Tmp >= Arr[j]) {
Arr[j + 1] = Tmp;
} else {
Arr[j + 1] = Arr[j];
Arr[j] = Tmp;
}
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}
getch();
break;

case 6 :
printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");
scanf("%i", &n);
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Input data ke %i : ", i + 1);
scanf("%i", &Arr[i]);
}
for(i = 1; i < n; i++) {
Tmp = Arr[i];
j = i - 1;
while(Arr[j] <= Tmp && j > 0) {
Arr[j + 1] = Arr[j];
j = j - 1;
}
if(Tmp <= Arr[j]) {
Arr[j + 1] = Tmp;
} else {
Arr[j + 1] = Arr[j];
Arr[j] = Tmp;
}
}
printf("\nSetelah Pengurutan\n");
for(i = 0; i < n; i++) {
printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);
}
getch();
break;


default : {
printf("\nSilahkan Tekan Enter Untuk Keluar . . . "); }}

} while(code >=1 && code <= 6);
getch();
}

Structure dalam Borland C++


Penjelasan :
“Structure digunakan untuk mengelompokkan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Variable-variable yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur”
Struct nama_tipe_structure
{
                Elemen_structure;
} nama_tipe_structure;

Contoh:
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
#include <iomanip.h>
char ket(float n);
main()
{
int i,j;
char k;
struct
{
char nim[12];
char nama[15];
float nilai;
}
mhs[5];

clrscr();
cout<<"Jumlah Data Yang Ingin di Input :"; cin>>j;

for (i=1; i<=j; i++)
                {
   cout<<"Data Ke-"<<i<<endl;
   cout<<"Masukkan Nim :"; cin>>mhs[i].nim;
   cout<<"Masukkan Nama:";cin>>mhs[i].nama;
   cout<<"Masukkan Nilai Akhir :"; cin>>mhs[i].nilai;
   cout<<endl<<endl;
   }
clrscr();
cout<<"No  NIM       Nama      Nilai Akhir     Keterangan"<<endl;
cout<<"--------------------------------------------------"<<endl;
 for (i=1; i<=j; i++)
                {
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i;
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<mhs[i].nim;
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(17)<<mhs[i].nama;
   cout<<setprecision(2)<<"  "<<mhs[i].nilai; cout<<" ";
   k=ket(mhs[i].nilai);
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(17)<<k<<endl;
   cout<<endl;
   }

getch();
}

char ket (float n)
{
                if (n>65)
                return 'L';
      else
      return 'G';
}

Latihan Mandiri 1 Structure

#include <conio>
#include <stdio>
#include <iostream>
#include <string>
#include <iomanip>


garis()
{cout<<"---------------------------------------------------------------------------"<<endl;}

double potongan( char askes, long int biaya)
{ if (toupper(askes)=='Y')
   return (biaya*0.15) ;
   else
   return 0 ;


}

main()
{

char lagi;
int jp,i;
long int grand=0;

struct
{ char nama[10],waktu[5],*dokter,*jam,spesialis[5], askes;
  long int biaya, total;
} rs[2];
awal:
clrscr();
cout<<"\tRUMAH SAKIT \"SEMOGA WARAS\""<<endl;
garis();
cout<<"\tForm Pendaftaran"<<endl<<endl;
cout<<"Masukkan Jumlah Pasien:";cin>>jp;
cout<<endl<<endl;
for (i=1;i<=jp;i++)
{
                cout<<"Data Ke-"<<i<<endl;
   cout<<"Nama Pasien:";cin>>rs[i].nama;
   cout<<"Waktu Berobat[Pagi|Sore]:";cin>>rs[i].waktu;
   cout<<"Pilih Spesialis[THT|Anak]:";cin>>rs[i].spesialis;
   cout<<"Askes[Y|T]:";cin>>rs[i].askes;
                if (!strcmp(rs[i].waktu,"PAGI")||!strcmp(rs[i].waktu,"pagi"))
      {
                                if  (!strcmp(rs[i].spesialis,"THT")||!strcmp(rs[i].spesialis,"tht"))
            {
               rs[i].dokter="dr. Yuza";
               rs[i].jam="07.45-15.15";
               rs[i].biaya=65000;
            }
            else if  (!strcmp(rs[i].spesialis,"Anak")||!strcmp(rs[i].spesialis,"anak"))
            {
               rs[i].dokter="dr. Hilda";
               rs[i].jam="07.00-15.00";
               rs[i].biaya=80000;
            }
       }
       else   if (!strcmp(rs[i].waktu,"SORE")||!strcmp(rs[i].waktu,"sore"))
      {
                                if  (!strcmp(rs[i].spesialis,"THT")||!strcmp(rs[i].spesialis,"tht"))
            {
               rs[i].dokter="dr. Deanda";
               rs[i].jam="18.30-21.30";
               rs[i].biaya=75000;
            }
            else if  (!strcmp(rs[i].spesialis,"Anak")||!strcmp(rs[i].spesialis,"anak"))
            {
               rs[i].dokter="dr. Andini";
               rs[i].jam="17.25-22.00";
               rs[i].biaya=90000;
            }
       }



     rs[i].total=rs[i].biaya-potongan(rs[i].askes,rs[i].biaya);
     grand=grand+rs[i].total;
}
clrscr();
cout<<"Bukti Pendaftaran"<<endl;
cout<<"RUMAH SAKIT \"SEMOGA WARAS\""<<endl<<endl;
garis();
cout<<"|No |  Nama   |   Nama     |   Jam    |    Biaya   | Potongan | Total |"<<endl;
cout<<"|   | Pasien  |  Dokter    |          |    Dokter  |          |       |"<<endl;
garis();
cout<<endl;
for (i=1;i<=jp;i++)
{
                cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(6)<<i<<"|";
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(9)<<rs[i].nama<<"|";
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<rs[i].dokter<<"|";
   cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(14)<<rs[i].jam<<"|";
   cout<<setprecision(14)<<" "<<rs[i].biaya<<"|";
   cout<<setprecision(14)<<"      "<<potongan(rs[i].askes, rs[i].biaya)<<"|";
   cout<<setprecision(14)<<"      "<<rs[i].total<<"|";
   cout<<endl;
}
garis();
cout<<"                              Grand Total=Rp."<<grand;
cout<<endl<<endl;
garis();
cout<<"Input Data Lagi [Y/T]:";cin>>lagi;
if (toupper(lagi)=='Y')
                goto awal;
else
                goto akhir;

akhir:
getch();
}

Kamis, 03 Mei 2012

Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni


 Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun  berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari Daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan diAstrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi. 

Senin, 29 November 2010

Pria Ini Bersepeda dari Inggris ke Australia

 Oli Broom, 29 tahun, seorang penggemar kriket naik sepeda dari Inggris menuju Australia. Broom berangkat dari lapangan kriket, Lord's Cricket Ground di London pada 10 Oktober tahun lalu. Setelah menempuh lebih dari 25.000 kilometer dan melewati 23 negara di antaranya, Serbia, Turki, Sudan dan Malaysia selama 14 bulan, Broom  akhirnya tiba di Brisbane, Australiapada 24 November lalu.

Broom melakukan aksi ini untuk  menonton pertandingan kriket antara Inggris dan Australia atau yang dikenal dengan The Ashes. Selain itu, pria 29 tahun ini juga mengumpulkan donasi bagi Lembaga Penelitian Riset Syaraf di Inggris.

Awalnya, Broom berangkat dengan 17 temannya, namun ketika sampai perbatasan Inggris-Prancis, mereka semua putar balik dan memilih pulang. "Saya lompat ke feri menuju Prancis dan mulai perjalanan dengan sepeda sesungguhnya dengan melintasi benua Eropa," kata Broom yang kuliah di Durham University jurusan Sastra Prancis dan Spanyol.

Selama di negara-negara persemakmuran yang mengenal kriket seperti Malaysia, Broom tak lupa untuk singgah dan bermain kriket untuk amal. "Saya sudah mengumpulkan dana 50 ribu dolar," kata pria yang menyukai nasi ini. "Saya juga membuat catatan perjalanan, rencananya akan saya jadikan buku."

Perjalanan Broom ini terinspirasi dari seorang teman sekolahnya yang lumpuh karena kepalanya terbentur dan salah satu syarafnya terganggu. Broom kemudian tergerak untuk mengumpulkan dana dengan bersepeda dari Inggris ke Australia, dia juga   meninggalkan pekerjaannya sebagai surveyor.

Minggu, 28 November 2010

- S I K A P -

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Senin, 11 Oktober 2010

ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN

TUHAN
ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.

Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..

TUHAN
SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU
ANDAI Aku BISA KEMBALI..
“Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan ketika dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah” (Abu Bakar Sibli).